|
 |
| |
| Wednesday, 08 February 2012 |
Mail to AWI: service@angklung-web-institute.com |
|
|
Who's Online |
|
We have 39 guests online |
|
AWI Members |
 | 1720 registered |
 | 1 today |  | 3 this week |  | 140 this month |  | Last: kocek | |
|
AWI WebStat |
Members: 1722
News: 710
WebLinks: 7
|
|
|
|
|
ARANSEMEN ANGKLUNG = PLAGIAT? |
|
|
|
Written by BUDI SUPARDIMAN AWI
|
|
Friday, 12 August 2005 |
|
Dewasa ini orang para aransir angklung banyak mengaransir lagu dari
aransemen yang ada di kaset atau di partitur lain. Ada kemungkinan
bahwa orang yang mengaransemen dengan cara demikian dianggap menjiplak
aransemen orang lain. Apakah sesungguhnya demikian ?
Untuk pertanyaan ini dapat dikemukakan beberapa argumen untuk mengantisipasinya.
Pertama, para pengaransir melakukan cara demikian karena panutan
mereka yaitu Daeng Sutigna juga melakukan hal demikian, dan untuk
aransemennya orang tetap menyebutnya sebagai aransemen Daeng Sutigna.
Dapat kita lihat aransemen-aransemen angklung seperti Donau Wellen,
Colonel Boogey March dan Bluen Donau ditulis dengan nama pengaransir
Daeng Sutigna, maskipun aransemen dengan itu dengan semua ornamensinya
tidaklah berbeda dangan aransemen aslinya (untuk alat musik lain).
Kedua, musik angklung sendiri baru berkembang. Apresiasi orang
terhadap musik ini masih belum begitu besar. Bagaimanapun bagusnya
aransemen dan permainan angklung yang dibawakan, kalau aransemennya
berbeda dengan aransemen aslinya, maka penerimaan orang akan berbeda.
Orang lebih menghargai jika aransemen yang dimainkan sama dengan
aransemen asli, sehingga dengan demikian aransemen perlu psersisi
seperti aslinya.
Ketiga, dan yang terpenting, adalah karena aransemen angklung
sendiri bukanlah pekerjaan yang mudah. Sifat-sifat aransemen angklung
ini yang menyebabkan tidak begitu saja aransemen asli dapat dipindahkan
ke angklung. Perlu ada beberapa penyesuaian dalam peletakan ornamensi
dan blok akor, dan beberapa perlakuan agar melodi utama dapat tetap
menonjol. Mereka yang belum pernah berkecimpung di dalam angklung
meskipun seorang aranger kawakan belum dapat mengarasmen angklung
dengan baik. Dengan demikian, upaya menyesuaikan dan mengaramsemen agar
sesuai dengan karakteristik angklung adalah upaya tersendiri, dan untuk
ini perlu suatu keahlian yang khusus.
Dengan demikian tidak dianggap plagiat. menuliskan namanya sebagai
pengaransir bukan yang salah. Istilah yang mungkin moderat adalah
pengaransir angklung, meskipun tidak perlu disebutkan secara utuh.
Penghargaan juga diperlukan untuk keahlian pengaransir angklung yang
khusus ini.
|
Written by Guest on 2006-01-26 07:53:53 argumentasi yang lemah untuk artikel ARANSEMEN ANGKLUNG = PLAGIAT? |
Only AWI Member can write comments. Please login or register. Powered by AkoComment 2.0! |
|
|
|
|
|
| AWI: Angklung Web Institute © 2007
center of knowledge and competence of angklung
service@angklung-web-institute.com
|
|
|