|
 |
| |
| Sunday, 05 February 2012 |
Mail to AWI: service@angklung-web-institute.com |
|
|
Who's Online |
|
Ada 195 Tamu Online |
|
AWI Members |
 | 1717 terdaftar |
 | 0 hari ini |  | 0 minggu ini |  | 137 bulan ini |  | Terbaru: abudsingkong | |
|
AWI WebStat |
Anggota: 1719
Berita: 710
WebLinks: 7
|
|
|
|
|
ANGKLUNG PADAENG VS. PADUAN ANGKLUNG? |
|
|
|
Ditulis Oleh: BUDI SUPARDIMAN AWI
|
|
Friday, 12 August 2005 |
Angklung diatonis sering disebut dengan dua istilah yang berbeda.
Sebagian orang menyebut angklung diatonis dengan istilah angklung
Padaeng. Hal ini dikaitkan dengan pencipta angklung diatonis, untuk
selalu mengingat nama Daeng Sutigna sebagai pencipta angklung diatonis
tersebut.
Sedangkan sebagian lainnya menyebut dengan istilah
paduan angklung. Hal ini dikaitkan dengan sifat padu dari angklung yang
dimainkan tersebut. Manakah di antara keduanya yang benar ?
Istilah angklung Padaeng menunjuk kepada jenis angklung yang
diciptakannya. Orang yang mendengarnya akan ingat kepada jenis angklung
dengan ciri-ciri dan sifat-sifat seperti yang pernah diperkenalkan Pa
Daeng. Penggunaan istilah ini juga dimaksudkan kepada para pemain agar
senantiasa mengingat dan menghormati Daeng Sutigna sebagai pencipta
angklung diatonis. Hanya saja istilah angklung Padaeng hanya akan dapat
dimengerti oleh mereka yang telah mengetahui seperti apa angklung
Padaeng itu.
Sedangkan istilah paduan angklung ini mengadopsi dari istilah lain yang
sejenis, yaitu paduan suara. Disebut demikian karena selain dari
sejarahnya paduan angklung ITB (pemakai pertama istilah ini) lahir dari
paduan suara mahasiswa ITB, ternyata terdapat banyak kemiripan antara
paduan angklung dan paduan suara. Pertama adalah dalam hal format
pembawaannya, di mana satu kelompok yang terdiri dari puluhan orang
memainkan angklung dengan posisi membentuk beberapa baris. Kedua
dipimpin oleh dirigen yang membelakangi penonton di tengah pemain, dan
yang terakhir aransemen yang dimainkannya mengikuti kaidah harmoni yang
sama dengan aransemen paduan suara, sehingga akan memudahkan orang
menganalogikan satu sama lain.
Selain itu, istilah paduan angklung secara konotatif dapat membedakan
perbedaan pokok antara dua kelompok besar angklung yang ada dewasa ini,
yaitu angklung pentatonis dan angklung diantonis. Sesuai sejarahnya,
angklung pentatonis dimainkan untuk lagu daerah yang mengutamakan unsur
ritmik dari lagu, dan tidak mementingkan unsur harmoni dari paduan
bunyi sebagai faktor yang utama. Sedangkan angklung diatonis selalu
memainkan lagu-lagu yang diaransir dengan teori harmoni, yang
mengutamakan keselarasan dari paduan beberapa angklung yang dimainkan
secara bersamaan. Tidak pernah angklung jenis ini dimainkan oleh
perseorangan, karena tidak akan menghasilkan paduan bunyi angklung. Hal
inilah yang menjadi perbedaan pokok dari angklung diatonis dari
pentatonis, yang kemudian dijadikan ciri utama dari angklung diatonis.
Dengan demikian istilah paduan angklung secara konotatif lebih dapat
menjelaskan maksud dari istilah tersebut.
Setelah mengamati beberapa argumen di atas, dapat kita ketahui bersama
bahwa masing-masing istilah mempunyai maksud beserta misi yang
dikandungnya. Akhirnya, penilaian pemakaian kedua istilah tersebut
diserahkan kepada khalayak, istilah mana yang akan mereka gunakan,
sesuai maksud dan tujuan mereka.
Hanya pengguna yang terdaftar yang boleh menulis komentar. Silahkan login atau daftar. Powered by AkoComment 2.0! |
|
|
|
|
|
| AWI: Angklung Web Institute © 2007
center of knowledge and competence of angklung
service@angklung-web-institute.com
|
|
|