|
 |
| |
| Sunday, 05 February 2012 |
Mail to AWI: service@angklung-web-institute.com |
|
|
Who's Online |
|
Ada 152 Tamu Online |
|
AWI Members |
 | 1717 terdaftar |
 | 0 hari ini |  | 0 minggu ini |  | 137 bulan ini |  | Terbaru: abudsingkong | |
|
AWI WebStat |
Anggota: 1719
Berita: 710
WebLinks: 7
|
|
|
|
|
KETERAMPILAN PSIKOMOTORIK (1/3) |
|
|
|
Ditulis Oleh: YUSRANI SALMAN AWI
|
|
Thursday, 14 October 2004 |
|
Kesenian angklung adalah sebuah seni pertunjukan yang melibatkan banyak
orang, maka diperlukan sebuah kerjasama yang apik antar anggotanya,
dengan berbagai keterampilannya, untuk membentuk sebuah penampilan yang
menarik dan menghibur. Salah satu keterampilan yang perlu dimiliki oleh
seorang pemain angklung adalah keterampilan psikomotorik.
Keterampilan psikomotor adalah kemampuan tubuh
merenspon berbagai stimulus atau sinyal-sinyal yang terjadi di
lingkungan sekitar. Seringkali disebut juga sensorimotor atau
perceptual-motor skill.
Mengapa seorang pemain angklung perlu memiliki keterampilan psikomotor
yang baik? Seseorang dapat disebut bermain angklung dengan baik bila
mampu memberi respon yang sesuai terhadap berbagai stimulus yang timbul
pada saat pertunjukan angklung.
Apa saja stimulus yang ada pada sebuah pertunjukan angklung? Pertama,
stimulus auditori, yaitu stimulus berupa rangkaian nada, yang membentuk
sebuah komposisi musik. Pemain angklung yang baik akan mengenal
nada-nada tersebut, dan mengenal bagian dimana dia harus membunyikan
angklungnya. Kedua, stimulus visual, yaitu stimulus yang datang dari
dirijen yang memimpin grup angklung. Pemain angklung yang baik akan
mengenal instruksi dari dirijen melalui berbagai gerak tubuhnya, dan
menuruti instruksi tersebut dengan baik, tanpa mengalami gangguan
konsentrasi dalam memainkan angklungnya secara benar dan akurat.
Ketiga, stimulus psikologis, yaitu stimulus untuk berperilaku atau
sikap tubuh yang sesuai pada saat pertunjukan angklung. Misalnya,
tuntutan untuk memberikan senyum pada saat pentas, atau sikap tubuh
ketika membunyikan angklung, atau sikap yang diambil ketika tiba-tiba
memainkan nada yang salah, dan lainnya.
Semua sikap yang baik dalam dalam sebuah pertunjukkan angklung adalah
sebuah keterampilan yang dapat dilatih. Dengan program latihan yang
terprogram dan terencana, maka keterampilan ini akan berkembang dan
memberikan identitas tersendiri bagi pribadi pemain angklung.
Diharapkan dapat terbentuk pribadi yang professional, empatik, dan
simpatik. We first make our habit, then habit makes us.
Lalu faktor apa saja yang berpengaruh pada proses pembentukan
keterampilan psikomotorik pemain angklung? Menurut Clyde Everett Noble,
seorang ahli psikologi, ada enam faktor yang mempengaruhi keterampilan
psikomotorik. Pertama, frekuensi latihan, satu hal yang mempengaruhi
proses belajar secara umum adalah repetisi (pengulangan). Semakin
sering dan teraturnya latihan, maka keterampilan pun akan semakin
terasah.
(Bersambung)
Hanya pengguna yang terdaftar yang boleh menulis komentar. Silahkan login atau daftar. Powered by AkoComment 2.0! |
|
|
|
|
|
| AWI: Angklung Web Institute © 2007
center of knowledge and competence of angklung
service@angklung-web-institute.com
|
|
|