MEROKOK Cerita pertama Terjadi sekitar tahun tigapuluhan. Si Etjle pergi dari Kuningan ke Cirebon dengan menggunakan bus, dengan maksud akan menghadiri kongres P.G.I. Di jalan mendapat kecelakaan. Bus menubruk roda pembawa bambu. Si Etjle pingsan, ketika siuman sudah ada di kamar operasi di Oranje Ziekenhuis (Rumah Sakit Oranje) Cirebon.
Menurut visum dokter, tulang rusuknya patah tiga buah, tulang belikat kiri retak, tulang bahu kiri patah dan luka di dada kiri selebar 10 cm. Berkat Tuhan Yang Maha Esa, Si Etjle masih hidup.
Suatu ketika dokter Wisse mengadakan kunjungan ke kamar orang sakit. Melihat uajung jari Si Etjle yang kecoklatan, ia bertanya ;
“Berapa batang rokok yang kau minum setiap hari?”
Etjle : “Tidak banyak dokter. Hanya dua pak.(bungkus).”
Dokter : “Satu pak yang berisi sepuluh? Atau yang berisi dua puluh?”
Etjle : “Bungkus yang berisi dua puluh, dokter.”
Dokter (sambil agak melotot): “Apa? Empat puluh batang, katamu?
Orang muda, kalau kau terus merokok seperti itu, maka umurmu tidak akan sampai 60 tahun.”
Kenyataannya sekarang Si Etjle telah berumur 65 tahun.
Cerita kedua Terjadi di Amerika pada tahun 196. Mula-mula terasa sakit ulu hati. Kepala terasa pusing...seterusnya pingsan.
Dokter Roeswali (dokter rombongan kita) dengan cepat memberi pertolongan. Kesehatan si Etjle diperiksa dengan teliti.
Dokter :”Tekanan darah Bapak agak naik. Saya mohon agar Bapak beristirahat, tetapi bagaimanapun...minum rokok harus dikurangi.”
Etjle : “Oke, dokter.”
Setelah dua minggu Si Etjle diperiksa lagi. Hasil pemeriksaan tekanan darah normal.
Dokter :”Apakah Bapak beristirahat dengan baik?”
Etjle :”Ya, dok.”
Dokter :”Rokok dikurangi?”
Etjle :”Tidak.”
Dokter : ????
Cerita ketiga
Terjadi di Bandung,
Duduk bersama satu mobil dengan Miss Cairncross, guru Casuarina High School di Darwin, pulang nonton Kesenian di Gedung Merdeka. Di dalam mobil penuh dengan asap rokok kretek.
Miss Cairncross : “ Tuan rupanya perokok berat. Apakah tuan tidak takut menderita sakit pada hati karena tembakau?”
Etjle : “Tidak, sampai sekarang saya belum pernah sakit karenanya. Nicotine lebih kuat terasa pada kantong (saku) daripada hati.”
Miss Cairncross : ????
Cerita keempatKembali lagi ke jaman waktu masih di asrama.
Si Etjle suka merokok tetapi tidak pernah mempunyai uang. Karena itu puntung-puntungnya tidak pernah dibuang. Suka digunakan lagi. Caranya: Tiga buah puntung dibuat menjadi sebatang rokok.
Suatu ketika Si Etjle mempunyai sebungkus rokok SPECIAL, berisi sepuluh batang. Coba hitung, berapa kali Si Etjle minum rokok?
JAWAB Modal...................................................10 batang (punya 10 puntung)
Sepuluh puntung jadi............................3 batang (dan 1 puntung)
Puntung yang tiga jadi..........................1 batang (dan 1 puntung)
Punya sisa 2 puntung, terus meminjam puntung pada orang lain.....jadi 1 batang rokok. Kalau sudah habis, puntung dikembalikan kepada yang punya.
Jumlah...................................................15 batang rokok.
Only AWI Member can write comments.
Please login or register.