|
Laporan oleh: Anton Sumantri Sejumlah mahasiswa asing yang sedang belajar di Unpad terpukau menyaksikan kebudayaan Sunda yang ditampilkan di Saung Angkung Udjo, Bandung. Unpad berupaya mengenalkan kebudayaan yang ada di Indonesia, terutama kebudayaan Sunda, kepada para mahasiswa asing tersebut.
“Hati saya selalu tersentuh dan kadang sampai menangis karena budaya Indonesia. Budayanya sangat bagus sekali,” tutur Peter Pomarkas P. Pokanis, mahasiswa Unpad asal Papua Nugini. Bersama dengan mahasiswa mancanegara lain yang menempuh pendidikan di Unpad, Peter berkesempatan mengunjungi Saung Angklung Udjo, Bandung. Rombongan diantar oleh Bidang Kerja sama Luar Negeri Unpad, Selasa (30/06). Para mahasiswa asing yang belajar di Unpad mencoba memainkan angklung (Foto: Tedi Yusup) Para mahasiswa asing yang belajar di Unpad mencoba memainkan angklung (Foto: Tedi Yusup) Wajah-wajah ceria dan penasaran tergambar dalam diri mereka ketika memasuki lokasi yang dituju. Masing-masing kemudian berpencar untuk melihat-lihat cindera mata atau sekedar berfoto mengabadikan momen. Tampak para mahasiswa merasa senang dengan kunjungan ini. Seperti halnya mahasiswa asal Shanghai, China, Zhang Yi Zing, yang sibuk berfoto, baik dengan teman-teman maupun sendirian. “Saya harus banyak foto untuk kenang-kenangan saya di Indonesia karena minggu depan saya harus pulang. Program pertukaran mahasiswa yang saya jalani selama dua semester akan segera berakhir. Tapi saya akan mencari kesempatan untuk datang ke Indonesia lagi,” paparnya. Sementara Florait Justine, mahasiswa pertukaran asal Bordeaux, Perancis, mengaku baru pertama kali mengunjungi Saung Angklung Udjo. Ia sendiri merupakan mahasiswa program pertukaran selama satu semester. Akhir Juli nanti ia akan pulang karena program yang ia ikuti akan berakhir. Dirinya mengaku belum terlalu banyak tahu lokasi wisata di Bandung karena waktu yang relatif singkat. Ia berencana jika ada kesempatan akan mengunjungi beberapa lokasi wisata di Bandung dan sekitarnya. Di Saung Angklung Udjo, bersama dengan pengunjung yang lain, para mahasiswa mancanegara tersebut menyaksikan penampilan seni dari tim kesenian Saung Angklung Udjo. Pentas seni diawali dengan pagelaran wayang golek. Perhatian para mahasiswa asing ini tampak tak lepas dari wayang golek yang dimainkan sang dalang. Kemudian, sekelompok seniman cilik membawakan lagu-lagu nasional dengan alat musik angklung. Tingkah polah lucu anak-anak berumuran 2-5 tahun yang memainkan angklung membuat para mahasiswa gembira dan kagum. Selanjutnya mereka disuguhi penampilan seniman muda berumur sekira 12-15 tahun. Para seniman muda ini membawakan lagu-lagu populer mulai dari You Raise Me Up hingga Can’t Help Falling In Love With You dengan menggunakan angklung. Para mahasiswa dan pengunjung juga berkesempatan memainkan angklung. Setelah diberi arahan oleh instruktur dari Saung Angklung Udjo, secara bersama-sama, mereka memainkan lagu-lagu daerah Indonesia. Di bagian akhir, mereka berbaur dengan para penampil untuk menari bersama. Para mahasiswa manacanegara yang mengikuti kunjungan ke Saung Angklung Udjo adalah Aureo Guido Toto, Helder R. Boavida Belo, Marcal Ximenes, Herminio Audre Simoes, Hipolito das Neves Scares, Joao Paulo Pires dan Fernando F. dos Reis yang kesemuanya asal Timor Leste. Bunly Soeung asal Kamboja, Muwaga Musa asal Uganda, Rohana H asal Thailand, Miray Razanajatovo dan Ilotsoe Ravonjy asal Madagaskar, Florait Justine dan Dupereir Julie asal Perancis, Zhang Yi Jing asal China, Sahraman H. Latif dan Jalloud Abdul asal Filipina, serta Sandi Songnavong asal Laos. (eh)* Hanya pengguna yang terdaftar yang boleh menulis komentar. Silahkan login atau daftar. Powered by AkoComment 2.0! |