|
 |
| |
| Sunday, 05 February 2012 |
Mail to AWI: service@angklung-web-institute.com |
|
|
Who's Online |
|
Ada 171 Tamu Online |
|
AWI Members |
 | 1717 terdaftar |
 | 0 hari ini |  | 0 minggu ini |  | 137 bulan ini |  | Terbaru: abudsingkong | |
|
AWI WebStat |
Anggota: 1719
Berita: 710
WebLinks: 7
|
|
|
|
|
HARI ANAK NASIONAL, ANGKLUNG DIBAWA PULANG (Kilas Berita.com, 23 Juli 2008) |
|
|
|
Ditulis Oleh: Administrator AWI
|
|
Wednesday, 23 July 2008 |
Jakarta, Belajar angklung menjadi kegiatan yang menarik bagi Presiden SBY dan Ny. Ani Yudhoyono. Keduanya belajar dengan mainkan lagu anak-anak. Bukan hanya Presiden SBY dan Ny Ani Yudhoyono yang belajar angklung pagi ini. Tiga ratusan orang yang hadir ikut belajar. Di antaranya terlihat Wakil Ketua MPR AM Fatwa, Wakil Ketua DPD Irman Gusman, Gubernur Fauzi Bowo, Mensesneg Hatta Rajasa, dan Menneg PAN Tauiq Effendi. Para hadirin yang nampaknya baru kali pertama ini memegang angklung itu belajar memainkannya dengan arahan Lia dari Saung Mang Ujo, Bandung. Lagu terkenal yang dipilih adalah untuk latihan adalah 'Di Sini Senang, Di Sana Senang'.
Sebelum latihan dimulai, pada hadirin dibagikan angklung dengan ukuran yang berbeda-beda. Lia membimbing para hadirin bergantian bunyikan angklung sesuai nada-nada tersebut. Tidak butuh waktu lama, semua tersenyum gembira karena sukses mainkan alat musik tradisonal yang terdiri dari dua tabung bambu itu.
"Terbukti bermain angklung sangat mudah. Dengan kebersamaan akan tercipta harmoni yang indah," kata Lia menyemangati 'murid-muridnya'.
Sayangnya banyak hadirin yang salah mengira angklung yang diterima sebagai cindera mata. Akibatnya usai acara tidak sedikit angklung-angklung yang mereka bawa pulang.
"Bapak-bapak, Ibu-ibu angklungnya mohon tidak dibawa pulang. Tolong tinggalkan saja di kursi," seru Lia saat tahu angklung-angklung inventaris saung Mang Ujo dibawa pulang.
Dalam puncak peringatan nasional Hari Anak Nasional yang dilangsungkan di Plaza Arsipel, TMII, Jakarta, Rabu (23/7/2008).SBY Mengatakan "Anak-anak Indonesia terbukti bisa. Akan bisa, dan pasti bisa!" , Jakarta, Rabu (23/7/2008), Presiden SBY yakin dengan pengasuhan dan pendidikan yang baik, anak-anak Indonesia bisa semakin berprestasi di masa depan.
Prestasi internasional yang diraih anak Indonesia sangat beragam. Seperti dalam olimpiade kimia, matematika dan fisika, festival teater dan lomba antar penyandang cacat.
Agar anak-anak semakin berprestasi, Presiden SBY terus mengingatkan semua pihak untuk meningkatkan pemenuhan hak anak. Yang utama adalah perlindungan dari tindak kekerasan, mendapat pendidikan dan kesehatan, sebagaimana tercantum dalam UU 23/2002 tentang Perlindungan Anak.
Presiden juga menyatakan prihatin melihat anak-anak Indonesia yang terlibat penyalahgunaan narkoba dan kegiatan menyimpan lain. Apalagi jumlahnya juga bertambah.
"Mari selamatkan anak Indonesia dari hal-hal seperti itu agar mereka bisa berprestasi dan sehat," seru SBY.
Sebelum itu, Presiden SBY serahkan tropi penghargaan pada 8 pemenang lomba hari anak nasional 2008. Penerima penghargaan antara lain Ilona Christina Kakerisa (Maluku) sebagai Anak Teladan dan Michelle Lie (Papua) untuk testimoninya "Aku Bangga Jadi Anak Indonesia".
Di akhir acara Presiden SBY dan Ibu Negara Ani Yudhoyono berdialog dengan wakil anak Indonesia. Mereka adalah Nindaya Putri (15), penderita thalasemia dari Banjarnegara, Agi Ramadhani (16) siswa kelas 3 SMA 1 Banjarmasin dan Mujahidin (15) siswa SMA 1 Hulu, NTB. (kilasberita.com/amz/dtc)
Hanya pengguna yang terdaftar yang boleh menulis komentar. Silahkan login atau daftar. Powered by AkoComment 2.0! |
|
|
|
|
|
| AWI: Angklung Web Institute © 2007
center of knowledge and competence of angklung
service@angklung-web-institute.com
|
|
|