|
HINGGA kini, kehidupan seni dan budaya di Kota Bandung tiada henti berdenyut. Semua itu terjadi berkat daya kreatif para seniman yang terus-menerus berkarya dalam berbagai cabang seni yang dikreasinya selama ini. Karya-karya seni tersebut telah mengharumkan Kota Bandung sebagai kota seni dan budaya, yang tidak hanya dikenal secara nasional tetapi juga dikenal secara internasional.
”Mereka yang sudah berkreasi dengan penuh kecintaan itu telah membuat Kota Bandung terkenal ke berbagai pelosok dunia,” ujar Wali Kota Bandung H. Dada Rosada dalam sambutannya pada acara pemberian ”Anugerah Budaya Kota Bandung 2007” kepada tujuh seniman dan tiga kelompok seni di Hotel Savoy Homann Jln. Asia-Afrika Bandung, Rabu (5/9). Acara ini diselenggarakan Dinas Pariwisata Kota Bandung bekerja sama dengan Bandung Arts & Culture Council (BACC). Pada seleksi awal telah terpilih 80 nomine, yang kemudian diseleksi lagi oleh dewan juri yang terdiri atas Prof. Dr. H. Ganjar Kurnia, D.E.A (ketua), Drs. H. Wahyu Wibisana (anggota), H. Us Tiarsa (anggota), Arthur S. Nalan, S.Sen., M.Hum. (anggota), dan Hawe Setiawan (anggota). Jumlah itu kemudian menyusut menjadi sepuluh penerima Anugerah Budaya Kota Bandung 2007, yang terdiri atas tujuh seniman dan tiga kelompok seni yang terukur dan teruji karya-karya seninya selama ini. ”Para penerima Anugerah Budaya Kota Bandung 2007 ini geus mawa Bandung ka jauhna, mawa Sunda ka jauhna,” ujar Arthur S. Nalan, di sela-sela acara tersebut mengutip pandangan Ganjar Kurnia. Tujuh seniman dan tiga kelompok seni yang mendapat anugerah tersebut adalah Ajip Rosidi (penyair), Aki Anong Naeni (empu perajin gitar), Apung Supena Wiratmadja (pemikir dan pegiat seni tembang Sunda cianjuran), Enoch Atmadibrata (koreografer tari Sunda), Euis Komariah (penembang Sunda cianjuran), Himendra Wargahadibrata (tokoh pendidikan), Nyoman Nuarta (pematung), Grup Musik Bimbo, Studiklub Teater Bandung, dan Saung Angklung Udjo. Para penerima penghargaan, selain mendapat piala dan piagam penghargaan dari Pemkot Bandung, juga memperoleh hadiah uang masing-masing Rp 7,5 juta. Sementara itu, dalam percakapan dengan ”PR”, penyair Juniarso Ridwan yang juga bertindak sebagai ketua pelaksana acara tersebut mengatakan, jumlah penerima Anugerah Budaya Kota Bandung bertambah empat penerima dibandingkan dengan penerima sebelumnya (enam seniman). ”Mulai tahun 2007, kami memberi anugerah budaya tidak hanya kepada seniman tetapi juga kepada kelompok seni yang oleh dewan juri dianggap layak untuk menerima anugerah tersebut,” ujar Juniarso Ridwan. Menanggapi pemberian anugerah budaya tersebut, penyair Ajip Rosidi mengatakan, pihaknya menerima dengan baik apa yang sudah diberikan oleh pemerintah kepada dirinya. ”Seharusnya hal semacam ini dilakukan sejak dulu. Yang menjadi pertanyaan, apakah Pemkot Bandung bisa memberikan hadiah semacam ini secara terus-menerus?” tuturnya. Hal yang sama juga diungkapkan Acil Bimbo bahwa apa yang dilakukan Pemkot Bandung memang pantas untuk disambut. ”Semoga saja dengan diberikannya hadiah semacam ini kegiatan seni di Kota Bandung kian bergairah,” kata Acil. Sementara itu, Kang Apung mengatakan, hadiah yang diterimanya ini merupakan penghargaan yang layak untuk disyukuri. ”Mudah-mudahan tradisi pemberian anugerah semacam ini tidak hanya berlangsung tahun ini,” ujar Apung. (Soni F.M./Eriyanti/”PR”)*** Keterangan foto: WALI Kota Bandung Dada Rosada (tengah) berfoto bersama penerima Anugerah Budaya Kota Bandung 2007 di Hotel Savoy Homann Bidakara Bandung, Rabu (5/9) malam. Dari kiri, Ajip Rosidi, Aki Anong Naeni, Apung Supena Wiratmadja, Enoch Atmadibrata, Euis Komariah, Bimbo yang diwakili Sam, H.A. Himendra Wargahadibrata, Nyoman Nuarta, serta perwakilan Saung Angklung Udjo dan Studiklub Teater Bandung (STB).*M. GELORA SAPTA/”PR” Hanya pengguna yang terdaftar yang boleh menulis komentar. Silahkan login atau daftar. Powered by AkoComment 2.0! |