|
 |
| |
| Sunday, 05 February 2012 |
Mail to AWI: service@angklung-web-institute.com |
|
|
Who's Online |
|
We have 175 guests online |
|
AWI Members |
 | 1717 registered |
 | 0 today |  | 0 this week |  | 137 this month |  | Last: abudsingkong | |
|
AWI WebStat |
Members: 1719
News: 710
WebLinks: 7
|
|
|
|
|
ALUNAN ANGKLUNG PENANDA PERGANTIAN TAHUN (Jawa Post, 11 Januari 2008) |
|
|
|
Contributed by Ifah Hanifah AWI
|
|
Friday, 11 January 2008 |
|
SURABAYA - Anak-anak Sanggar Alang-Alang memiliki cara berbeda dalam merayakan Tahun Baru 1429 Hijriah. Tak banyak permohonan yang mereka panjatkan. Mereka memilih menonton film dan memainkan angklung di markas Sanggar Alang-Alang, Joyoboyo, kemarin (10/1).
“Saya meminta anak-anak untuk tidak terlalu banyak meminta permohonan kepada Tuhan. Sebab, Tuhan pasti akan memberikan yang terbaik kepada umatnya,” ujar Didit H.P., pemimpin Sanggar Alang-Alang. Ansambel angklung tersebut memainkan lagu Mars Alang-Alang, Lihat Kotaku, Kukuruyuk, dan Tombo Ati. Kelompok musik yang baru dirintis dua bulan lalu itu mampu beranggota sekitar 28 anak. Namun, hingga kini baru 15 anak yang sudah intensif mengembangkan keterampilan bermain angklung itu. “Kami terus mencoba membuat terobosan-terobosan baru untuk memberikan pembekalan kepada anak-anak. Angklung ini, saya rasa, cukup bagus untuk mengembangkan kinerja otak mereka,” ujar Didit. Perayaan kemarin juga diisi ceramah agama. Ceramah bertema syukur tersebut disampaikan Ustad Wahid asal Sidoarjo. Setelah ceramah, anak-anak sanggar salat magrib berjamaah. Untuk mengetahui perkembangan dunia Islam selama setahun lalu, anak yang rata-rata berusia di bawah 18 tahun itu disuguhi film tentang perkembangan Islam. “Sebagai umat-Nya, anak-anak perlu tahu tentang perkembangan akidah,” katanya. Sanggar Alang-Alang pun telah menyiapkan program Konser Tenda untuk anak-anak yang berumur 18 tahun. “Setelah mereka memiliki keterampilan di bidang musik, dengan ini minimal mereka memiliki tempat untuk bisa menyalurkan bakat agar mereka tidak kembali ke jalanan,” ujar Didit. Rencananya, konser tenda tersebut diadakan di tempat-tempat keramaian. Misalnya, Taman Bungkul, Taman Prestasi, dan Taman Flora. “Secara bergilir, kami mengadakan konser,” tuturnya. Program itu, lanjut Didit, bakal efektif mulai April mendatang. “Kami akan urus perizinannya dulu, semoga pemkot bisa membantu. Ini kan bagian dari usaha mengatasi anak jalanan,” tandasnya. (top/dos) Only AWI Member can write comments. Please login or register. Powered by AkoComment 2.0! |
|
|
|
|
|
| AWI: Angklung Web Institute © 2007
center of knowledge and competence of angklung
service@angklung-web-institute.com
|
|
|