|
 |
| |
| Sunday, 05 February 2012 |
Mail to AWI: service@angklung-web-institute.com |
|
|
Who's Online |
|
Ada 206 Tamu Online |
|
AWI Members |
 | 1717 terdaftar |
 | 0 hari ini |  | 0 minggu ini |  | 137 bulan ini |  | Terbaru: abudsingkong | |
|
AWI WebStat |
Anggota: 1719
Berita: 710
WebLinks: 7
|
|
|
|
|
MUSIK KOLINTANG DAN ANGKLUNG, MEMUKAU PARA TAMU DALAM ACARA RESEPSI DIPLOMATIK (26 Agustus 2007) |
|
|
|
Kontributor: KBRI Damascus
|
|
Sunday, 26 August 2007 |
|
Pada tanggal 27 Agustus 2007, KBRI Damaskus telah menyelenggarakan acara Resepsi Diplomatik dalam rangka memperingati Hari Ulang Tahun Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia ke-62 yang diselenggarakan di Taman Wisma Duta.
Bapak Duta Besar RI beserta Ibu Diana Murni Muzammil Basyuni menyambut para undangan yang dihadiri pejabat tinggi pemerintah Suriah antara lain Menteri Negara Bidang Proyek Perumahan dan Olah Raga, Ir. Hussein Ferzat; Asisten Menlu Suriah, Ahmad Arnous; Menteri Negara Bidang Hubungan Luar Negeri, Hassan Sari; Deputi Menlu Suriah, Dr. Faisal Miqdad; dan Menteri Negara Bidang Konstruksi, Hammoud Hussein. Resepsi Diplomatik juga dihadiri sekitar 500 tamu undangan terdiri dari berbagai kalangan seperti anggota parlemen, korps diplomatik, para Ulama Suriah, perwakilan organisasi internasional, para ketua berbagai faksi pergerakan Palestina seperti Ketua Biro Politik Hamas, Khaled Meshaal; Jabhah Demokratiyah, Jabhah Nidhol dan PLO. Dari kalangan tokoh masyarakat setempat, hadir pula Penasihat Presiden, Madam Collete al-Khoury, cucu dari mendiang Faris al-Khoury, seorang diplomat terkenal yang pernah secara gigih mendukung kemerdekaan RI pada Sidang DK-PBB pada tahun 1947, serta pernah memperoleh Bintang Penghargaan dari Pemerintah Suriah atas jasa-jasanya tersebut. Acara Resepsi Diplomatik diawali dengan Sambutan Duta Besar RI H.M. Muzammil Basyuni dengan bahasa Arab yang fasih, mengulas berbagai capaian yang telah diraih dalam pengembangan dan peningkatan hubungan kerjasama tidak saja dalam kerangka bilateral RI-Suriah tetapi juga kerjasama di forum-forum internasional. Sementara itu, Asisten Menlu Suriah, Ahmad Arnous, dalam sambutan balasannya menyampaikan eratnya hubungan RI-Suriah yang telah terjalin demi kepentingan rakyat kedua negara dan menghargai posisi dan sikap RI yang tegas dalam masalah perdamaian di Timur Tengah, khususnya dalam upaya pengembalian wilayah Arab yang diduduki Israel sejak 1967, termasuk Dataran Tinggi Golan milik Suriah. Setelah sambutan, Bapak Duta Besar H.M Muzammil Basyuni melakukan pemotongan tumpeng bersama para Menteri dan Wakil Menlu yang hadir pada acara resepsi tersebut. Untuk menambah kemeriahan suasana, KBRI Damaskus menampilkan musik Kolintang dan Angklung yang dibawakan oleh para pelajar dan mahasiswa Indonesia. Adapun lagu-lagu yang ditampilkan adalah lagu Rek Ayorek, Getuk, Angin Mamiri, Halo-halo Bandung dan lagu-lagu pop Arab dan Spanyol seperti Helwa ya Badady, Addukal Maya, La Bamba, Kisas dan La Playa. Sedangkan Ibu-ibu Dharma Wanita Persatuan KBRI Damaskus dengan penuh semangat dan percaya diri berpartisipasi memainkan musik Kolintang dengan lagu Rayuan Pulau Kelapa dan Besamemucho. Para tamu khususnya dari kalangan media elektronik dan usahawan sangat tertarik dengan alat musik Kolintang karena suaranya yang terdengar indah dan menimbulkan suasana yang harmonis serta memberikan kesan dan nuansa tersendiri bagi para tamu undangan. Bahkan salah seorang usahawan terkemuka Suriah mengharapkan agar Group Kolintang KBRI Damaskus dapat tampil setiap hari di Pusat Hiburan dan Perbelanjaan Damaskus. Namun karena misi Group Kolintang bukan bisnis melainkan untuk mempromosikan budaya dan wisata Indonesia maka tawaran tersebut tidak mungkin dapat dilaksanakan. Selain itu para undangan sangat terkesan dengan kekhasan pakaian adat dan pakaian pengantin tradisional Indonesia yang terdiri dari daerah Sulawesi, Kalimantan, Sumatera Utara, Padang, Aceh, DKI Jakarta, Bengkulu, Jawa Tengah dan Nusa Tenggara Barat. Paduan penampilan alat musik Kolintang dan Angklung serta pakaian daerah tersebut merupakan salah satu bagian dari upaya KBRI Damaskus untuk memperkenalkan budaya dan pariwisata Indonesia. Sumber dari KBRI Damascus Hanya pengguna yang terdaftar yang boleh menulis komentar. Silahkan login atau daftar. Powered by AkoComment 2.0! |
|
|
|
|
|
| AWI: Angklung Web Institute © 2007
center of knowledge and competence of angklung
service@angklung-web-institute.com
|
|
|