|
 |
| |
| Wednesday, 08 February 2012 |
Mail to AWI: service@angklung-web-institute.com |
|
|
Who's Online |
|
We have 75 guests online |
|
AWI Members |
 | 1720 registered |
 | 1 today |  | 3 this week |  | 140 this month |  | Last: kocek | |
|
AWI WebStat |
Members: 1722
News: 710
WebLinks: 7
|
|
|
|
|
KBRI CANBERRA RANGKAP JADI LABORATORIUM INDONESIA SISWA AUSTRALIA (Kapanlagi.com, 2 Oktober 2007) |
|
|
|
Contributed by Ifah Hanifah AWI
|
|
Tuesday, 02 October 2007 |
|
Kapanlagi.com - KBRI Canberra tidak hanya merupakan kantor perwakilan Indonesia di Australia melainkan juga merupakan semacam laboratorium bagi para siswa Australia untuk lebih mengenal Indonesia dan segenap kebinekaan seni budaya rakyatnya.
Hari Rabu, 30 orang siswa dan tiga orang guru dari Sekolah Anglikan Frederick Erwin Perth datang ke KBRI Canberra untuk melihat dari dekat berbagai kekayaan seni budaya Indonesia yang tersimpan di Balai Budaya gedung kedutaan itu. Mereka didampingi staf lokal, John Davenport, dan Sugito, guru musik gamelan Jawa yang bekerja di KBRI Canberra sejak 1979. Daveenport mengatakan, KBRI Canberra yang berlokasi di 8 Darwin Avenue, Yarralumla, ini telah menjadi target kunjungan para siswa dari ratusan sekolah di seluruh Australia dalam beberapa tahun terakhir karena KBRI termasuk satu dari empat kedutaan besar asing yang membuka diri untuk dikunjungi umum. "Tahun lalu, sedikitnya enam ribu orang siswa dari ratusan sekolah di Australia berkunjung untuk mengetahui dari dekat dan belajar langsung tentang Indonesia," katanya. Dalam kunjungan 30 orang siswa Sekolah Anglikan "Frederick Erwin", staf lokal berkebangsaan Australia itu mengatakan, ia dan Sugito menerangkan secara interaktif berbagai hal tentang Indonesia mulai dari peta NKRI, penduduk, kekayaan seni budaya hingga mengajarkan para siswa tentang bagaimana memainkan alat musik tradisional, seperti angklung dan gamelan. "Pada prinsipnya kami menekankan `interactive learning` kepada para siswa yang berkunjung," katanya. KBRI Canberra dikenal luas oleh sekolah-sekolah di berbagai negara bagian di Australia sebagai salah satu obyek kunjungan para siswa mereka selama berada di Canberra, karena KBRI Canberra merupakan satu-satunya kedutaan besar asing yang masuk dalam buku "National Capital School Excursion Planner 2007", katanya. Sementara itu, Sugito mengatakan, para siswa yang dalam kunjungan ini didampingi tiga orang guru mereka juga sempat mendapatkan pelajaran singkat tentang Gamelan Surakarta. "Sebenarnya kalau waktu mereka cukup banyak, KBRI juga menawarkan semacam lokakarya gamelan, angklung, tari, pencak silat dan permainan-permainan tradisional sambil belajar bahasa Indonesia," katanya. Sugito menambahkan, KBRI Canberra tidak hanya dikenal luas oleh sekolah-sekolah di Australia tetapi juga oleh biro perjalanan karena buku National Capital School Excursion Planner itu diperoleh mereka setiap tahunnya. (*/rsd) Only AWI Member can write comments. Please login or register. Powered by AkoComment 2.0! |
|
|
|
|
|
| AWI: Angklung Web Institute © 2007
center of knowledge and competence of angklung
service@angklung-web-institute.com
|
|
|