|
 |
| |
| Wednesday, 08 February 2012 |
Mail to AWI: service@angklung-web-institute.com |
|
|
Who's Online |
|
We have 46 guests online |
|
AWI Members |
 | 1720 registered |
 | 1 today |  | 3 this week |  | 140 this month |  | Last: kocek | |
|
AWI WebStat |
Members: 1722
News: 710
WebLinks: 7
|
|
|
|
|
KENDANG SUNDA DI AMBANG KEPUNAHAN (Liputan6.com, 24 Mei 2004) |
|
|
|
Written by Budi Supardiman
|
|
Monday, 24 May 2004 |
Liputan6.com, Bandung: Kendang adalah salah satu alat musik Karawitan
Sunda warisan seni budaya nenek moyang. Kehadiran kendang menciptakan
warna tersendiri dalam khasanah musik Tanah Air. Demikian pula pada
budaya seni musik di Tatar Pasundan. Alat musik pukul ini cukup dominan
mengiringi gemulai tarian maupun gerakan lincah pendekar silat. Namun
hanya segelintir orang yang hingga saat ini bergelut dengan alat musik
yang menimbulkan suara timplak, timplung itu. Satu di antaranya adalah
Agus Purnama Bayu, seorang pengrajin asal Bandung, Jawa Barat.
Dengan
peralatan sederhana berupa golok, pahat, palu serta pecahan kaca, Agus
mampu memproduksi kendang yang sudah dikenal di kalangan seniman dan
budayawan Sunda bahkan sampai ke mancanegara.
Awalnya, Agus membuat kendang hanya berdasarkan pesanan dari beberapa
seniman tari jaipong dan grup seni pencak silat. Namun dengan masuknya
seni budaya asing, jaipong dan pencak silat mulai ditinggalkan
masyarakat. Akibatnya, banyak kelompok seni jaipong maupun seni pencak
silat gulung tikar. Untuk menutupi kebutuhan keluarganya, Agus mulai
membuat alat musik lain berupa suling, angklung, serta replika wayang
golek untuk dijadikan suvenir.
Kekhasan kendang buatan Agus tidak terlepas dari bahan yang
digunakannya. Untuk membuat sebuah kendang, ia sengaja mencari batang
pohon kelapa tua terbaik. Jika perlu, ia sampai pergi ke wilayah Pantai
Selatan Pulau Jawa. Demikian juga dengan penutup bahan kulit, Agus
hanya menggunakan kulit kerbau yang berkualitas baik.
Harga kendang buatan Agus tergantung jenis. Untuk kendang jaipong, pria
berkumis itu menghargakan antara Rp 500 ribu sampai Rp 800 ribu. Sedang
untuk satu set kendang pencak silat yang terdiri dari satu kendang
besar dan dua buah kendang kecil dijual seharga Rp 3,5 juta. (YAN/Patria
Hidayat dan Taufik Hidayat).
Only AWI Member can write comments. Please login or register. Powered by AkoComment 2.0! |
|
|
|
|
|
| AWI: Angklung Web Institute © 2007
center of knowledge and competence of angklung
service@angklung-web-institute.com
|
|
|