|
 |
| |
| Sunday, 05 February 2012 |
Mail to AWI: service@angklung-web-institute.com |
|
|
Who's Online |
|
Ada 186 Tamu Online |
|
AWI Members |
 | 1717 terdaftar |
 | 0 hari ini |  | 0 minggu ini |  | 137 bulan ini |  | Terbaru: abudsingkong | |
|
AWI WebStat |
Anggota: 1719
Berita: 710
WebLinks: 7
|
|
|
|
|
KETERAMPILAN PSIKOMOTORIK (2/3)- ACCELERATED LEARNING |
|
|
|
Ditulis Oleh: YUSRANI SALMAN AWI
|
|
Thursday, 21 October 2004 |
|
Lalu faktor apa saja yang berpengaruh pada proses pembentukan
keterampilan psikomotorik pemain angklung? Menurut Clyde Everett Noble,
seorang ahli psikologi, ada enam faktor yang mempengaruhi keterampilan
psikomotorik. Pertama, frekuensi latihan. Latihan bertujuan untuk
membangun dan memelihara memori. Setelah periode waktu tertentu tanpa
latihan, maka apa yang dipelajari cenderung untuk terlupakan Satu hal
yang mempengaruhi proses belajar secara umum adalah repetisi
(pengulangan).
Semakin banyak pengulangan dan latihan, maka
materi yang dilatihkan akan cenderung tersimpan di dalam memori jangka
panjang. Contoh yang mudah adalah alfabet, karena sering digunakan maka
kita tidak perlu susah payah lagi mengingat jenis-jenis huruf ketika
hendak menulis sesuatu. Dengan latihan yang teratur, diharapkan pemain
dapat mengenal dan mengingat jenis dan rentang nada sama baiknya dengan
ingatan pada alfabet.
Faktor yang kedua adalah umpan balik psikologis. Latihan yang rutin
tidak akan memberikan hasil yang baik bila tidak didukung dengan adanya
pengertian bersama mengenai standar latihan yang hendak dicapai. Dengan
begitu, setiap pemain dapat menyadari sejauh mana ‘respon’ yang
dibuatnya pada saat latihan, dibandingkan dengan ‘respon’ yang
diharapkan sesuai dengan tujuan latihan. Adanya pengertian bersama
mengenai target kualitas penampilan, akan mengefektifkan proses
latihan, karena secara tidak langsung para pemain akan berusaha
meningkatkan ‘skill’-nya untuk memenuhi standar latihan. Sama halnya
dengan proses belajar di sekolah, untuk meningkatkan kualitas belajar,
maka seorang murid harus mengerti dulu target nilai yang diinginkannya.
Makin tinggi target, maka usaha yang diperlukan akan semakin besar
pula. Tanpa targetan, maka murid cenderung bersikap santai dan tidak
serius, sehingga tidak akan ada peningkatan kualitas belajar, dan hasil
yang didapat tidak akan baik.
Faktor yang ketiga adalah tingkat kesulitan latihan (task complexity).
(Bersambung) Hanya pengguna yang terdaftar yang boleh menulis komentar. Silahkan login atau daftar. Powered by AkoComment 2.0! |
|
|
|
|
|
| AWI: Angklung Web Institute © 2007
center of knowledge and competence of angklung
service@angklung-web-institute.com
|
|
|